Header Ads

Misteri Suara Gamelan di Rawa Pening Pertanda Petaka

Danau Rawa Pening.
MITOS - Rawa Pening sebuah danau penuh dengan teka-teki dan kisah misteri yang hingga saat ini masih berkembang di masyarakat. Sebuah danau yang terletak di wilyah Kabupaten Semarang dengan luas 2.670 hektare ini dikelilingi empat Kecamatan yang meliputi Kecamatan Banyubiru, Kecamatan Ambarawa, Bawen,Banyubiru dan Tuntang. Selain berada di antara empat kecamatan danau Pening juga berada di kaki gunung Telomoyo, Gunung Merbabu dan Gunung Ungaran.

Misteri di danau Rawa Pening kental dengan kisah legenda Baru Klinting sesosok ular besar yang sudah bersemayam ratusan bahkan ribuan tahun di danau ini. Selain kisah Baru Klinting, Misteri Suara Gamelan hingga saat ini masih terdengar jelas baik di malam hari ataupun siang hari. Masyarakat setempat mengartikan, setiap suara gamelan terdengar berarti pertanda sang penunggu akan minta tumbal.
"Setiap terdengar suara gamelan pasti akan ada orang mati tenggelam di danau ini. Semisal suara gamelan terdengar pada malam hari pasti di siang hari akan ada korban tenggelam,begitu sebaliknya," jelas beberapa warga sekitar saat di temui tim Teropong Malam.

Selain suara gamelan misterius, sesosok kereta yang di tarik empat kuda juga kerap kali muncul, tepatnya saat malam purnama tepat malam Selasa Kliwon. Namun kemunculan sesosok kereta tersebut di percaya masyarakat  sebuah pertanda baik. Dikarenakan ke esokkan harinya para nelayan pasti akan banyak mendapatkan ikan.

Terpisah, Di balik ke indahan panorama alamnya, Berdiri kerajaan ghaib di dalamnya. Salah seorang korban selamat dari perahu karam menuturkan,  Saat perahu yang ia tumpangi bersama ke tiga temanya terbalik, tiba-tiba mereka berada di sebuah kerajaan yang indah nan megah serta di kelilingi para dayang mengenakan pakaian serba hijau. Para dayang menawarkan jamuan makan.
"Saat itu saya di tawari makanan, namun saya menolaknya, yang menerima tawaran dan memakanya kedua teman saya. Saat saya menolak tiba-tiba saya muncul lagi dan berpegangan pada sebuah perahu bersama satu teman saya. Saya kaget ternyata di sekeliling saya sudah banyak orang. Namun heranya kedua teman saya belum di ketemukan. Selang satu jam mereka di temukan dalam ke adaan meninggal dunia,"cerita NV kepada Teropong Malam.

Apakah peristiwa ini seperti yang di sampaiakan masyarakat. Jika menerima tawaran untuk makan dan memakanya maka mereka akan di minta oleh sang penunggu Rawa Pening.

Ditegaskan kisah di atas hanyalah tabu belaka, tentang kebenaranya hanyalah sang Esa yang mengetahui.(Dian Anggraeni)

No comments

Powered by Blogger.