Header Ads

Drs H Sri Mulyono SH MH : "Nguri-uri Budoyo Jowo", Saya Prihatin Anak Jaman Sekarang Seakan Tak Mengenal Lagi Budaya Leluhur

Teropongmalam.com - Saat ini disadari atau tidak, bila kita perhatikan dengan seksama maka banyak kalangan muda atau bahkan kalangan tua yang sudah lupa akan asal usulnya. Asal usul sebagai wong Jawa. Mereka seakan lupa jati dirinya, lupa akan budayanya sehingga sengaja atau tidak mereka sudah menyimpang dan semakin jauh dari adat istiadat wong Jowo. Fenomena ini dicermati dan diamati serius oleh Drs H Sri Mulyono SH MH seorang Pengacara dan juga Pemilik Rumah Makan Joglo Bale Raos.

"Saya sangat prihatin melihat generasi muda jaman sekarang sudah tidak seperti di jaman dulu, mereka sekarang lebih memilih untuk jadi penyanyi pop, pemain gitar, tari modern, dan lainnya. Dulu sejak kecil kalau ada tanggapan wayang, tayub pasti anak-anak berkerumun dan jadi tontonan utama, namun tidak di zaman sekarang,"tutur Drs H Sri Mulyono SH MH Kepada Teropongmalam.com, Kamis (20/4) malam.

Lebih lanjut, di era Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang terus bergerak maju dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu.
Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Diantaranya, aspek budaya, hukum, ekonomi dan politik.
Perlu diketahui bahwa globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah, Globalisasi pada dasarnya suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang pada akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia.

"Di era sekarang dalam menyikapi derasnya arus globalisasi, ada dampak positif dan negatif yang akan dirasakan oleh suatu bangsa dalam segala bidang tentunya.
Salah satu aspek yang terpengaruh adalah kebudayaan, kita sadari atau tidak jika tidak hati-hati dalam menerima pengaruh yang masuk, tentu akan melenyapkan eksistensi budaya kita sendiri, "lanjutnya.

Untuk itu, agar generasi penerus Bangsa ini tetap mengenal dan menjaga budaya leluhur kiranya kitalah yang harus secara berlahan dan sabar mengenalkan kepada mereka. Seperti halnya seni karawitan, banyak anak-anak kita saat ini yang tak paham dan mengenalnya. Maka di pendopo rumah kami, kami sediakan alat gamelan komplit yang dapat digunakan untuk belajar dan mengenal seni tradisional bagi siswa sekolah.Dengan belajar mengenal dan memehami akan tradisi leluhur diharapkan dapat menginspirasi siswa di sekolah lainnya untuk melestarikan seni tradisional di tanah kita yakni tanah jawa.

“Saya sangat mendukung dan bangga jika generasi bangsa kita ini.Dengan mau belajar, selain melestarikan seni tradisional kami harapkan bisa menginspirasi akan makna dan manfaat. Seperti anak-anak kita dari salah satu sekolah di Salatiga ini, mereka sangat rajin berlatih di rumah saya. Bagi sangat membanggakan, karena dengan ketekunan mereka akhirnya dapat meraih juara dan prestasi di beberapa lomba,"terang Drs H Sri Mulyono SH MH.

Ditambahkan, H Sri Mulyono sedikit menjelaskan  tentang karawaitan. Karawitan berasal dari bahasa jawa rawit berarti rumit, berbelit – belit, tetapi rawit juga berarti halus, indah-indah. Sedangkan kata ngrawit berarti suatu karya seni yang memiliki sifat-sifat yang halus, rumit, dan indah. Kata jawa karawitan khususnya dipakai untuk mengacu kepada musik gamelan, musik Indonesia yang bersistem nada nondiatonis ( dalam laras slendro dan pelog ) yang garapan-garapannya menggunakan sistem notasi, warna suara, ritme, memiliki fungsi, pathet dan aturan garap yang tampak nyata dalam sajian gending, baik itu yang berbentuk sajian instrumentalia, vokalia dan campuran yang indah didengar. mengandung nilai-nilai histories dan filsofis bagi bangsa Indonesia, maupun asesoris lainnya.

"Definisiseni karawitan itu sendiri adalah musik Indonesiayang berlaras non diatonis (dalam laras slendro dan pelog) yang garapan-garapannya sudah menggunakan sistim notasi, warna suara, ritme, memiliki fungsi, sifat pathet, dan aturan garap dalam bentuk instrumentalia, vokalis dan campur," pungkasnya.(MN/GT)

No comments

Powered by Blogger.