Header Ads

Ku.. Merasa Berdosa dan Menyesal Telah Menceraikan Istriku

Ilustrasi.
HIKMAH - Penyesalan selalu datang terlambat, Hal itu di alami Dido (bukan nama sebenarnya) warga asal Jawa Barat yang merantau ke Kota Salatiga sejak 10 tahun silam.

Begini ceritanya, Belum genap satu bulan ia di Salatiga, ia bertemu dengan Sinta (bukan nama sebenarnya) warga asal  Semarang dan langsung berkenalan. Dari awal perkenalanya, Dido jatuh hati dengan paras cantik Sinta. Rasa cinta Didopun terjawab, karena Sinta juga mempunyai perasaan yang sama terhadap Dido. Akhirnya setelah menjalani hubungan asmara selama 3 bulan merekapun memutuskan untuk menikah. Dari hasil pernikahanya mereka di karuniai dua orang anak, laki-laki dan perempuan. Karena kesibukanya di kantor Dido pun mulai jarang pulang sehingga hubungan keluarga mereka semakin kurang harmonis.

Didopun mulai sering marah marah kepada Sinta tanpa sebab. Bahkan Dido mempunyai angan angan untuk menceraikan istrinya lantaran istrinya tak lagi cantik dan bertubuh gemuk serta tak terawat.

Suatu ketika saat ia pulang dari kantor dia menemui istrinya. Dalam percakapanya dia mengatakan ingin mencerai istrinya.

Dido : Mah... aku mau ngomong penting?
Sinta: Ia.. Papah mau ngomong apa?
Dido: Aku mau ngomong, jika aku sudah tak mencintaimu lagi dan kayaknya kita sudah gak sejalan dan aku ingin menceraikanmu.

Mendengar itu Sinta pun hanya terdiam tanpa sepatah kata menjawab karena ia menghargai keputusan suaminya.

Melihat istirnya diam dalam benaknya berfikir "Hem sebenarnya aku bingung apa salahmu ma.. yang jelas aku sudah bosan melihat wajahmu yang tak lagi cantik, tubuh gemuk, rambut acak-acakan, pokoknya enggak banget deh".

Ke esokan harinya, Sinta sudah berkemas untuk pergi karena ia sudah tak di butuhkan lagi. Walau berat berpisah dengan orang yang ia cintai, namun apalah daya itu sudah kepetusan sang suami.
Sebelum pergi Sinta sempat memasak dan menyiapkan sarapan. Dengan berlinang air mata Sinta melangkahkan kaki meninggalkan rumah.

Sebulan Dido menceraikan istrinya, ia merasa menyesal. Dia merasa bersalah telah menceraikan istrinya tanpa ada salah. Ia mencari keberadaan mantan istrinya namun tidak pernah ketemu.

Satu setengah tahun kemudian tanpa sengaja ia bertemu dengan istrinya di sebuah mall di Semarang. Dia kaget melihat istrinya yang berdandan cantik bertubuh langsing seperti pertama kali ia bertemu.

Sinta pun menyapa dengan senyum kepada mantan suaminya. Saat Dido hendak mendekat, nampak sudah ada lelaki di sampingnya. Didopun mengurungkan niatnya untuk mendekati Sinta.

"Sinta maafkan aku, betapa bodohnya aku yang dulu menceraikanmu. Kudoakan agar kamu bahagia dengan suamimu yang baru" demikian ucap dalam hatinya.

Demikian sekilas cerita penyesalan seorang suami yang menceraikan istrinya. Ia baru sadar betapa besar pengorbanan sang istri. Ia rela dan mengabaikan merawat dirinya karena  mengutamakan merawat anak dan suaminya. Setiap hari merawat anak, menyiapkan sarapan dan melayani suami.

Bagi kaum suami hendaklah menyayangi istrimu. Karena dia yang selalu ada dalam kondisi apapun. Janganlah kamu membandingkan dia sama yang lain, karena kecantikan janganlah di lihat dari fisiknya namun lihatlah dari hatinya. (Wid)

No comments

Powered by Blogger.