Header Ads

Cindera Mata Pak Kades, Kini Berusia Empat Bulan di Dalam Perutku

Ilustrasi.
Alkisah - Perselingkuhanku dengan Pak Kades terjadi begitu saja. Bahkan, sebelum perjumpaan pertama, aku malah takut bertemu dengannya. Takut diusir dari kampung sahabatku, terkait isu di masyarakat yang menilaiku negatif. Namun, Pak kades rupanya mau menjadi pelangganku. Siapa sangka, ngobrol dengan orang yang enak diajak bicara membuatku terlena.

Sebut saja aku Anggrek (bukan nama sebenarnya), Di Kota Salatiga aku kuliah di salah satu universitas ternama, disela sela kegiatankau aku bekerja sampingan sebagai pemandu karaoke. Di situlah awal mula aku berjumpa kepada pak kades yang akhirnya aku jatuh cinta kepadanya. Entah karena rasa kagum ataukah karena materi, tapi yang jelas aku bahagia menjalaninya. Hari semakin berlarut, rasa cinta ini pun turut berhembus semakin jauh bersama semilir angin.

Tanpa ku sadari kini aku telah mengandung empat bulan buah cintaku dengan pak kades. Akupun panik dan bingung harus bagaimana menutupi kehamilanku ini yang kian hari kian membesar. Ingin rasanya aku gugurkan, namun aku tak tega untuk melakukanya. Tapi kalau tetap aku biarkan tentunya aku akan di keluarkan dari tempat ku kuliah.

"Aku sangat bingung harus bagaimana, karena pak kades sudah beristri. Ingin rasanya aku bunuh diri tapi aku takut dengan dosa,"kata Anggrek kepada Teropong Malam, Rabu (10/5).

Rasa cinta ini telah membutakanku entah karena apa, aku bingung. Padahal Pak Kades cukup sering menganiayaku, bahkan 1,5 tahun silam pernah aku laporkan ke pihak berwajib.

"Setelah aku sadari, aku sungguh menyesal. Pasalnya di usiaku yang baru 24 tahun ini harus memikul beban malu,"tuturnya.

Memang awalnya aku sempat menolak untuk di ajak hubungan layaknya suami istri, namun kala itu aku sangat terdesak dengan situasi kondisi ekonomi. Karena aku di tawari sejumlah uang, maka kuserahkan ke prawananku kepad pak kades. Semakin sering aku berhubungan badan, semakin aku larut dan lupa akan dosa.

"Kini aku menyesal mas, masa depanku hancur dan menanggung malu. Tapi penyesalanku hanyalah tinggal se untai kapas yang tiada arti,"kata Anggrek dengan bibir bergemetar.

Hingga saat ini, belum ada kepastian akan nasibku. Aku hanya bisa pasrah dan menerima segala derita ini.

"Biarlah aku jalani saja apa yang aku alami. Kepada kaum mudi, janganlah kamu berbuat seperti apa yang aku lakukan, sebelum engkau menyesal. Biarlah aku orang hina ini yang cukup merasakan,"pungkasnya.(Wahyu Widodo)

Kisah ini hanya fiktif belaka dan bersifat hanyalah hiburan semata.

No comments

Powered by Blogger.