Header Ads

Makna Tokoh Semar dan Gunungan Pada Wayang Kulit

TM,Budaya - Saat kita menonton pagelaran wayang kulit, tentunya pasti kita melihat sebuah gunungan yang berbentuk kerucut (lancip). Kenapa demikian, gunungan yang terdapat pada wayang kulit melambangkan tentang kehidupan makhluk di bumi ini terkhusus manusia. Yakni dengan maksud semakin usia kita bertambah serta ilmu kita semakin tinggi, Hendaknya kita harus semakin mengerucut (golong gilig) manunggaling Jiwa, Rasa, Cipta, Karsa dan Karya dalam kehidupan kita. Singkatnya, hidup manusia ini untuk menuju yang di atas yaitu Tuhan Yang Esa.
Seperti halnya Tokoh wayang Semar yang sebenarnya adalah sebuah gambaran atau perlambang.
Dikarenakan sosok semar ternyata dipandang bukan sebagai fakta historis, tetapi lebih bersifat mitologi dan symbolis tentang KeEsa-an.
 Suatu lambang dari pengejawantahan expresi, persepsi dan pengertian tentang Illahi yang menunjukkan pada konsepsi spiritual.
Pengertian tentang semarpun tidak lain hanyalah suatu bukti yang kuat, bahwa orang Jawa sejak jaman prasejarah adalah Relegius dan ber keTuhan-an yang Maha Esa.
Dari tokoh Semar wayang ini jika kita sebagai menghayati dan memahami sebenarnya banyak poin positifnya yang bisa di ambil hikmahnya.
Namun harus dimengerti dan dihayati sampai dimana wujud religi yang telah dilahirkan oleh kebudayaan Jawa.
Nama Semar jika kita hayati dan pahami mempunyai arti  tersendiri.
Semar dalam bahasa Jawa (filosofi Jawa) disebut Badranaya yang mempunyai makna.
Bebadra dengan makna, Membangun sarana dari dasar
Naya atau Nayaka mempunyai makna Utusan mangrasul, yang artinya yakni Mengemban sifat membangun dan melaksanakan perintah Allah demi kesejahteraan manusia.
Sepertihalnya Semar  mempunyai makna Haseming samar-samar
Yang jika di artika  secara Harafiah mempunyai makna Sang Penuntun.
Seperti dalam gambaran, Semar bukan sesosok lelaki ataupun sesosok perempuan.
Dalam wayang Semar menunjukan pada tangan kanannya yang keatas dan tangan kirinya kebelakang, itu sebenarnya mempunyai makna tersendiri, yakni mencontohkan agar kita menjadi sebagai pribadi tokoh semar hendak mengatakan simbul Sang Maha Tunggal.
Sedang tangan kirinya yang ke bawah mempunyai makna, agar kita sebagai manusia hendaknya berserah total dan mutlak  kepada yang Esa serta sekaligus simbol keilmuan dan jiwa yang netral namun simpatik.
Sedangkan makna dia berjalan menghadap keatas yakni, dalam perjalanan anak manusia perwujudannya ia memberikan teladan agar selalu memandang keatas (sang Khaliq ) Yang Maha Pengasih Serta Penyayang Umat. (Wahyu Widodo)

No comments

Powered by Blogger.