Header Ads

Mengintip Kerajaan Tuyul Di Makam Tua Lereng Gunung Merapi

Ilustrasi.
TM - Mitos pesugihan tuyul sudah tak asing lagi dalam telinga kita. Banyak orang berkata, tuyul adalah makhluk dari sebangsa jin atau yang lebih di kenal jin bajang. Membahas soal pesugihan tuyul, tim teropong malam mencoba menyambangi sebuah makam di Kawasan lereng merapi tepatnya di daerah Desa Sekaran. Di situ terdapat makam tua dan sudah tidak lagi di pakai untuk mengubur mayat. Makam tersebut terkenal dengan sebutan Makam Klancingan.
Menurut penuturan Harsono seorang praktisi supranatural  warga Klaten, yang sering membawa pasienya untuk merawat tuyul mengatakan, Dalam tahun 2017 ini, pesugihan tuyul banyak di minati pasien, lantaran pesugihan yang satu ini tergolong pesugihan yang ringan syaratnya dan tek memerlukan tumbal. Namun untuk memeliharanya butuh kecocokan antaran jin bajang dengan sang majikan. Selain itu calon majikan juga harus menyediakan sesaji berupa berupa pisang raja setangkep (satu sisir), jajan pasar,kendi, gecok bakal, buah-buahan serta uang sebagai sarana sesaji.
"Setelah semua sesaji siap, calon majikan membawanya ke area makam. Sesampai di makam, calon majikan hendaknya meditasi dan mengucapkan doa dengan saya pandu untuk membuka gerbang istana jin bajang,"ungkap Harsono kepada Teropong Malam belum lama ini.
Lebih lanjut Harsono menjelaskan, Setelah melakukan ritual akan muncul pertanda berwujud tiga cahaya. Disanalah calon majikan di minta untuk memilih jenis tuyul yang akan di pelihara. Karena jin bajang ini ada beberapa jenis, di antaranya yakni Tuyul yang berperut buncit dan berkepala gundul disebut Kamtil, sedangkan yang wujudnya juga bocah kecil bertubuh kurus, berkepala gundul, tetapi     mulutnya dengan posisi vertikal, tidak seperti manusia normal di sebut Tuyul  Gambruk dan  berupa  bocah berperut buncit, namun kepalanya berambut gimbal di sebut tuyul kusuhan.
"Perilaku ketiga jenis pesugihan ini semuanya suka diemong dan minta di susui oleh pemiliknya,Untuk itulah pesugihan Tuyul ini paling mudah dipelihara dibandingkan pesugihan jenis lain,"ucapnya.
Setelah memilih calon peliharaanya, calon majikan harus menunjukkan terlebih dahulu jenis uang yang harus dicuri, entah itu lima puluh ribu rupiah atau seratus ribu rupiah. Karena mereka (para jin bajang ini hanya tahu jenis uang yang ditunjukkan sebelumnya).
"jika sudah memilih Tuyul, maka ritual dilanjutkan menuju pohon ketos yang tumbuh di area Makam Klancingan tersebut, di sana setelah melakukan ritual semadi seperti arahan yang disyaratkan,"terangnya.
Di jelaskan, ciri ciri orang yang memelihara tuyul yakni, saat di tempat keramain di berjalan membungkuk seperti halnya menggendong bayi dan rata rata oranya kurus lantaran menyusuinya. Kisah ini hanya hiburan semata.
Sekian dulu sedikit ulasan tentang tuyul yang hingga saat ini masih berkembang. Ingat bersekutu dengan jin termasuk memelihara tuyul jelas di larang Agama. (Wahyu Widodo)

No comments

Powered by Blogger.