Header Ads

Kisah Nyata: Pemuja Pesugihan Buto Ijo Bertaubat

Ilustrasi.
Teropong Malam - Kisah nyata dari pengakuan seorang yang pernah memuja pesugihan dengan cara memelihara Buto Ijo, Sebut saja Wagino (Nama samaran). Ia adalah warga Kabupaten Boyolali yang dulunya sempat hidup sukses dan banyak harta. Namun setelah ia bertobat, kini ia tinggalah hidup sendiri dan tak punya apa-apa.

Singkat cerita, Karena rasa sakit hati dan selalu di hina oleh masyarakat sekitar lantaran hidup miskin, pada tahun 1990 silam, Wagino memutuskan untuk mencari pesugihan Buto Ijo agar hidupnya sukses. Berbagai ritual pun ia jalani, mulai nepi di tempat-tempat keramat hingga memuja di pohon pohon besar atas petunjuk sang dukun. Syarat dan Perjanjian pun akhirnya ia lakukan dengan sungguh-sungguh.

Setelah ritualnya berhasil, maka buto ijo datang dan memakan sesajen yang telah disediakan. Setelah itu, buto ijo juga meminta tumbal nyawa orang untuk dimakan, kemudian buto ijo bersekutu dengan para jin untuk mendatangkan kekayaan pada orang yang memanggilnya.

"Saat itu, salah satu family saya jadikan tumbal dengan cara nama dan fotonya saya taruh di kendi. Lalu setelah Buto Ijo melihat dan menyentuhnya, tak lama kemudian family yang saya maksud meninggal dunia. Setelah itu, munculah harta berupa perhiasan berupa emas di kain putih salah satu alat ritual,"ungkapnya kepada Teropong Malam, Rabu (9/8) malam.

Sejak itu, hidup saya tidak pernah kekurangan dan semua usaha lancar dan sukses. Apa saja yang di inginkan, dapat dengan mudah di beli. Sampai pada suatu hari bertemulah ia, dengan seorang kyai asal Jawa Timur di sebuah rumah makan.

"Saat itu di sebuah rumah makan, bertemu dengan kyai yang saya belum kenal. Dengan nada lirih, ia mendatangiku dan berkata "Mas, mumpung masih ada waktu segera bertobatlah dan segeralah petik bunga melati putih dan renungkan,"kata Wagino.

Sejak pertemuan itu, Wagino setiap malam selalu gelisah dan tidak tenang. Seolah hidupnya di hantui rasa bersalah dan suara suara aneh. Ia mulai  sadar, saat tertidur bermimpi di temui sosok kyai yang ia jumpai saat di rumah makan. Dalam mimpi sang kyai berpesan " Lekaslah kamu petik bunga melati di depan rumah dan segera bertaubatlah, karena kekayaan yang kau miliki akan menyesatkanmu dan membawamu ke Neraka.

"Setelah mimpi itu, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari saya terbangun. Saya langsung menangis dan segera keluar rumah. Saya kaget, saat berada di depan rumah nampak bunga melati, teringat pesan sang kyai, segeralah saya petik bunga itu yang selanjutnya saya sholat taubat. Hati sangatlah sedih dan dosa dosa yang pernah saya lakukan nampak semua,"tuturnya dengan meneteskan air mata.

Sejak itu, semua harta dan usaha yang saya miliki dengan cepat habis hingga tidak punya apa-apa. Namun hati dan hidup seolah lebih tenang, walau saat ini hidup tak punya apa-apa. Walaupun hanya jadi buruh bangunan dengan gaji pas-passan, namun tetap disyukuri.

"Walau tak lagi bergelimang harta seperti dulu, namun hidup saya saat ini lebih nyaman. Saya selalu berusaha bertawakal kepada tuhan untuk merenungi dan memohon ampun atas dosa yang pernah saya lakukan. Mas, tolong nama dan alamat saya di samarkan. Saya malu dan saat ini saya sudah bertaubat,"pungkasnya.

Terpisah, KRM salah seorang Paranormal asal Jawa Timur yang sudah lama menjadi juru kunci pesugihan Buto Ijo, saat di sambangi Teropong Malam di rumahnya  menjelaskan, Makhluk Buto ijo adalah jenis jin yang tak kasap mata dan memiliki ciri-ciri berbadan besar, tegap, tinggi, dan penuh dengan bulu yang lebat. Buto Ijo memiliki kulit  berwarna hijau gelap disertai dengan mata yang memancarkan warna kemerahan serta gigi dan taring yang besar dan panjang. Keberadaan makhluk ini secara turun temurun dipercayai adanya kekuatan animisme dan dinamisme erat mengaitkan segala sesuatu dengan hal yang berbau mistik.

"Percaya tidak percaya makluk itu memang ada mas. Di suatu tempat yang tidak bisa saya sebutkan, kecuali kepada pasien yang ingin mencari pesugihan baru saya antarkan. Gerombolan Buto Ijo berada pada pohon kemenyan yang besar dan keramat sebagai tempat untuk pemujaan dekat dengan pemakaman tua,"terangnya kepada Teropong Malam.

Lebih lanjut KRM mengatakan, Biasanya saya memanggil buto ijo saat mendampingi pasien yang hendak mencari pesugihan Buto Ijo. Untuk menyatukan antara pasien dan makluk tersebut, saya membakar menyan serta memberikan sesaji. Setelah itu saya baca mantra khusus untuk memanggil buto ijo.

"Setelah Syarat dan ritual dilakukan, selanjutnya melakukan perjanjian antara pasien dengan Buto Ijo. Saat itu pula dia di kasih banyak harta. Sudah hanya itu yang dapat saya sampaikan mas. Ini saya mau antar pasien ritual,"ucapnya sembari menyuruh tim Terpong Malam untuk pulang.(Wahyu Widodo)


Kisah di atas hanyalah hiburan semata.

1 comment:

  1. kiyai itu di mana tempatnya karena bekas mertua saya sulit meningal lantaran dulunya dia pernah mencari pesugihan dengan menikah dengan buto ijo dan sekarang dia sulit meningal

    ReplyDelete

Powered by Blogger.