Header Ads

Tradisi Malam Satu Suro di Parang Kusumo, Berikut Penjelasan Asal Mula Tradisi Malam Suro

Bang Harju saat di Parang Kusumo.
Teropong Malam - Malam Satu Suro atau Satu Muharram atau malam tahun baru dalam kalender Jawa adalah malam yang dianggap sakral oleh masyarakat di tanah jawa khususnya Jawa Tengah dan Yogyakarta. Karena pada malam ini sangat sarat sekali dengan hal-hal yang berbau mistis.
Nampak ribuan orang padati Pantai Parang Tritis dan Parang Kusumo pada Malam satu Suro.
Pada malam satu suro, Masyarakat Jawa masih memegang teguh ajaran yang diwarisi oleh para leluhurnya. Salah satu ajaran yang masih dilakukan adalah menjalankan tradisi.
Nah.. kali ini pada malam 1 Suro 1439 H/ Kamis 21 September 2017 Bang Harju bersama MNN Media Group sambangi kawasan Pantai Parang Kusumo. Disana terlihat nampak ribuan orang sedang melakukan prosesi ritual.
Stttt..... Ternyata tradisi malam satu Suro yang hingga saat ini masih di rayakan dulunya bermula pada zaman Sultan Agung sekitar tahun 1613-1645. Pada waktu itu, masyarakat banyak mengikuti hitungan penanggalan tahun Saka yang diwarisi dari tradisi Hindu. Meskipun dulunya Hal tersebut bertentangan dengan masa Sultan Agung yang menerapkan sistem/hitungan  kalender Hijriah yang diajarkan dalam Islam.
Nah.. bermula dari hal tersebut pada saat itu Sultan Agung kemudian berinisiatif untuk memperluas ajaran Islam di tanah Jawa dengan menggunakan metode perpaduan atau kolaborasi antara tradisi Jawa dan Islam.
Mulai sejak itu, antara Islam dan  tradisi Jawa, tetapkanyalah tanggal 1 Muharam sebagai tahun baru Jawa. Maka sejak itu Hingga sekarang setiap tahunnya tradisi sakral malam satu Suro selalu dirayakan oleh masyarakat Jawa dengan ritual sesuai keyakinan masing - masing. Setiap malam 1 Suro berbagai acara serta kirab menjadi salah satu hal yang bisa kita lihat dalam ritual tradisi ini.
Kali ini Bang Harju bersama Teropong Malam menemui salah satu pengunjung yang sedang melakukan ritual, ia adalah Rudy Martono warga Kalimantan, Jauh-jauh dari pulau sebrang ia datang ke Parang Kusumo untuk melakukan ritual sungkeman kepada sang pencipta sebagai bentuk wujud sukur kepada sang pencipta.
"Ya ini menjadi agenda rutin saya setiap tahunya mas,"ungkapnya.(Wahyu Widodo)

No comments

Powered by Blogger.