Header Ads

Mengintip Asal Mula Jaelangkung Bersama Mbah Sonol

MISTERI,TM - Sebagian masyarakat di Indonesia hingga saat ini masih mempercayai legenda Jaelangkung, yang konon katanya sebagai media komunikasi dengan makhluk astral/ghaib. Kali ini tim Teropong Malam mencoba menggali misteri tersebut dengan mendatangi seorang paranormal di daerah Masaran, Kabupaten Sragen baru-baru ini. Sebut saja ia Mbah Sonol, seorang paranormal yang biasa di mintai tolong oleh pasienya dengan menggunakan media Jaelangkung.

Kepada Teropong Malam Mbah Sonol mengatakan, Asal mula Jaelangkung pada jaman dulunya adalah sebuah media yang berhubungan dengan sebuah Kepercayaan tradisional Tionghoa. Dulunya ritual Jaelangkung adalah tentang adanya atau mendatangkan kekuatan para dewa atau sering disebut Cay Lan Gong  atau Cay Lan Tse.
 "Ritual ini dulunya dipercaya sebagai dewa pelindung anak-anak yang dimainkan saat festival rembulan,"ungkapnya.

Dalam ritual Jalengkung atau Cay Lan Gong, dulunya adalah ritual mendatangkan dewa Poyangan dan Moyangan yang dipanggil untuk masuk ke sebuah boneka batok siwur dengan ritual menggerak gerakkan tangannya hingga terasa berat dan pada ujung tangan boneka tersebut diikatkan sebuah alat tulis.

"Dalam ritual, Boneka Jaelangkung  dihiasi dengan pakaian manusia, lalu dihadapkan ke sebuah papan tulis, sembari menyalakan dupa atau kemenyan. Selanjutnya boneka di gerak gerakkan hingga terasa  berat sebagai tanda kalau boneka Jaelangkung telah dirasuki dewa. Selanjutnya di ajak komunikasi dengan tanda jika bergerak mengangguk spertanda setuju setelah ditanyakan siap tidaknya untuk ditanyai, jawaban-jawaban dari pertanyaan yang diajukan akan dituliskan oleh dewa yang merasuki boneka tersebut pada papan tulis yang disediakan,"tutur Mbah Sonol.

Ritual Jaelangkung atau Cay Lan Gong sendiri sudah punah di Tiongkok. Kemudian saat ini du Negara Indonesia sekarang menjadi Jailangkung dan sampai saat ini masih hidup karena hubungan negeri Tiongkok dan Nusantara yang telah berlangsung ribuan tahun.

"Ya ritual seperti itu didasari dengan keyakinan mas, jadi jadi dan tidaknya ritual ini tergatung manusia yang memainkanya,"jelasnya.

Terpisah, Sumarno paranormal asal Jawa Timur yang juga sering menggunakan media Jaelangkung menuturkan, Dalam tatacara ritualnya juga harus menentukan petungnya, seperti halnya memilih hari. Biasanya saya saat mengobati pasien yang terkena guna guna memilih pada malam wage sedangkan untuk keperluan lainya pada malam pahing.

"Dalam pelaksanaanya pun tidak asal, harus disiapkan sesuai tatacara yang matang dan lengkap. Seperti di mandikan dulu dengan bunga tuju rupa serta bakar menyan madu baru di laksanakan,"katanya.

Setelah semua alat ritual di siapkan barulah upacara ini dilakukan.

"Ya Intinya kita tetap meminta kepada sang pencipta mas. Ritual ini hanyalah sebuah cara mengikuti budaya saja,"pungkasnya.(Wahyu Widodo)

No comments

Powered by Blogger.