Header Ads

Misteri Dibalik Pohon Beringin Tumbang, "Tombak Peninggalan Joko Tingkir Geser"

TM, Misteri - Jika kita melihat atau mendengar berita sebuah pohon Beringin di pinggir Jalan Adisucipto, tepatnya di kawasan bundaran Pancasila, Kota Salatiga yang tumbang akibat tertiup angin dan hujan lebat, banyak menganggapnya sebagai  hal lumrah yang sering terjadi.Tumbangnya pohon Beringin yang tumbang mengandung makna atau pertanda misteri.

Banyak masyarakat Indonesia secara turun-temurun sudah menganggap jika pohon beringin itu adalah pohon misteri, rumah dari para mahluk gaib.

Pohon Peneduh yang menjadi simbol dari sila ketiga Pancasila yaitu Persatuan Indonesia dan juga lambang dari partai Golkar ini sudah memiliki image yang melekat di masyarakat sebagai pohon angker dan penuh misteri.

Pohon Beringin memiliki nama latin Ficus benjamina  atau dalam bahasa Inggris disebut Weeping fig atau Benjamin tree. Namun di Indonesia disebut pohon Caringin oleh masyarakat Sunda dan orang Jawa menyebutnya pohon Beringin.

Pohon Beringin biasanya ditanam di alun-alun kota, keraton, taman dan makam yang dianggap sebagai 'pundhen' desa.

Umur pohon Beringin ini bisa mencapai ratusan tahun makanya ketika pohon Beringin telah berusia tua akan terlihat lebih angker, lebih berwibawa dan memiliki aura yang berbeda.

Banyak misteri yang berkaitan dengan pohon Beringin, namun kali ini, Teropong Malam menghadirkan kisah tentang tumbangnya pohon Beringin yang sudah ratusan tahun tumbuh di kawasan Alun-alun bundaran Pancasila, yang dulunya menjadi 'pundhen' desa.

Pada awal bulan bulan Oktober 2017, pohon Beringin yang sudah ratusan tahun itu tumbang dan menimpa warung serta mobil setelah hujan deras mengguyur.

Bagi masyarakat sekitar, pohon Beringin dianggap sebagai pohon keramat sehingga kabar tumbangnya pohon ini menyedot perhatian ratusan orang dari berbagai daerah. Dalam benak masyarakat penuh dengan tanda tanya, pohon Beringin yang memiliki batang yang kokoh serta akar yang menghunjam ke bumi, bisa tumbang sendiri? Apa sebenarnya yang terjadi dan pertanda apa?

Dulunya Disebut 'Pundhen' karena ditempat itu terdapat pohon beringin besar dan angker.

Dahulu, saat adat Jawa masih sangat kental dan merasuk dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat memiliki peranan sentral. Setiap penduduk desa yang memiliki hajat selalu menyempatkan diri untuk datang 'ngalap berkah' atau 'nyadran' atau 'nyekar' ke tempat ini terlebih dahulu.

Menurut Wagino (46) warga Kabupaten Semarang, seorang yang mempunyai indra ke enam mengatakan, Pohon itu di tunggui sesosok wanita tua dengan mengenakan pakaian belanda. Saat hujan lebat ia marah karena banyak masyarakat yang tidak lagi melestarikan budaya.

"Saat sebelum pohon tumbang saya berinteraksi dengan makluk penunggu pohon tersebut. Dia nampak menampakkan wujud dengan muka marah,"katanya.

Ditambahkan, dipohon beringin tersembut bersemayam sebuah benda pusaka yang namanya Nogo Sisik Ireng , sebuah pusaka berbentuk tombak. Yang menurut si penunggu pohon tersebut pusaka tersebut dulunya milik Joko Tingkir warisan dari Nyi Sasmi Anumerto petapa dari gunung Lawu.

"Pusaka tersebut pergi dan pindah di kawasan Senjoyo, jadi pohon tersebut tumbang," ucapnya.(Wahyu Widodo)
Kisah Misteri ini hanya hiburan saja.......
Kirimkan kisah misterimu melalui whatSap redaksi TM  - 085641373331

No comments

Powered by Blogger.