Header Ads

Apa Itu Falasafah Jawa, Berikut Penjelasan Singkatnya

  • Pra Linangkung Muwah Among Tani, Ingkang Andhap Asor, Ingesoran Sasolah Bawane” = Orang besar bahkan petani sekalipun yang bersifat randah hati, semuanya terungguli dalam segala tingkah laku.
  • Ra- Rasa Ingsun handulusih” = Rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani (bagi yang sadar).
  • Aja Kurang Pamariksanira Lan Den Agung Pangapunira” = Jangan sampai anda tidak peduli dan berjiwalah besar untuk mengampuni.
  • Aja Sira Deksura, Ngaku Pinter Tinimbang Sejene” = Janganlah Congkak, merasa lebih pintar daripada yang lainnya.
  • “Wa- Wujud Hana Tan Keno Kinira” = Ilmu manusia hanya terbatas, namun implikasinya bisa tanpa batas.
  • “Urip Rukun, Aja Gawe Pati Lan Larane Liyan” = Hiduplah akur, jangan melakukan hal yang menyebabkan penderitaan dan binasanya sesama. 
  • Yen Arep Weruh Trahing Ngaluhur, Titiken Alusing Tingkah-Laku Budi Basane” = Yang memiliki tradisi berbudi luhur, akan terlihat dari kehalusan tingkah laku, budi pekerti dan bahasanya.
  • Ya: Yakin Marang Samubarang Tumindak Kang Dumadi” = Yakin atas titah~kodrat ilahi (hukum keilahian).
  • Girilusi Jalma Tan Kena Ing Ngina” = Diatas langit masih ada langit (jangan berhenti, apalagi sombong merasa sudah dipuncak/sampai).
  • Tha- Tukul Saka Niat” = Segala hal harus dimulai dari niatan (Kemauan)
  • Darbe Kawruh Ora Ditangkarake, Bareng Mati Tanpa Tilas” = Memiliki pengertian benar jika tidak dikembangkan, saat mati tidak berbekas.
  • “Kawruh Iku Gengem Dinegem Dadi, Ing Gelar Sak Jagad Ora Muat” = Pengertian benar itu digenggam ya bisa, namum kalau digelar sejagad pun tidak muat.
  • La- Lir Handaya Paseban Jati” = Mengalirkan hidup semata pada tuntunan Ilahi.
  • Ngati Ati Milih Laku, Lakum Gawa Nasibmu” = Hati-hatilah bertingkah laku, karena tingkah lakumu menentukan nasibmu sendiri.
  • Weruh Rosing Rasa Kang Rinuruh, Lumenketing Angga Anggere Padha Marsudi Kana-Kene Kahanane Nora Beda” = Ngerti rasa sejati yang ada dalam manusia, jika dicari dengan sungguh akan ketemu, dimana saja tempatnya sama.
  • Durung Punjul Kasusu Kaselak Jujul, Kaseselan Hawa, Cupet Kapepetan Pamrih, Tangeh Nedya Anggambuh Mring Hyang Wisesa” = Belumpun mampu, ingin terlihat pandai, didorong hawa nafsu berakibat pikiran sempit, hanya karena ingin disanjung, yang seperti ini tidak akan mungkin dekat dengan Sang Semesta.
  • Nga- Ngracut Busananing Manungso” = Melepasakan egoisme manusia.
  • Sehebat-hebatnya atau sesakti-saktinya, akan terkalahkan dengan berbuat baik/kebenaran yang secukup-nya”(Wahyu Widodo)
Sumber : Dari Berbagai Sumber

No comments

Powered by Blogger.