Header Ads

Demi Baktiku Kepada Orang Tua, Aku Rela Jual Keprawananku

Ilustrasi.
TM, Alkisah - Berbakti kepada orang tua, sudah barang tentu kewajiban seorang anak kepada orang tua. Segala cara pasti akan di jalani.

Seperti halnya yang di lakukan seorang gadis asal Kabupaten Semarang, sebut saja Melati (bukan nama sebenarnya). Gadis yang masih duduk di bangku SLTA ini rela menawarkan dan menjual keprawanannya demi untuk membayar biaya pengobatan sang Ibu tercinta.

Bukan tanpa alasan Melati melakukan hal tersebut, segala upaya dan menjual seisi rumah untuk biaya pengobatan ibunya di lakukan. Namun Sang Ibu tak kunjung membaik.

"Saya melakukan hal tersebut karena terpaksa, karena kondisi ibu saya sudah sangat memprihatinkan. Sedangkangkan sepeserpun tidak punya uang,"tutur Melati kepada TM dengan wajah tersipu malu, Kamis (15/03/2018).

Lanjut Melati, Saat itu setahun silam, sepulang saya dari sekolah mendapati kondisi ibu dalam keadaan sakit. Selanjutnya saya membawanya kerumah sakit untuk menjalani perawatan.

Setelah di periksa, oleh dokter saya di beritahu kondisi ibu saya yang semakin melemah. Sesak didadapun aku rasakan dan rasa bingung menyelumuti hati.

"Saat itu aku tak ada pilihan dan tidak tahu harus pakai apa aku membayar biaya operasi ibuku, sedangkan kartu BPJS pun aku tak punya,"tutur gadis polos dengan mata berkaca.

Saat itu perasaan tak menentu aku rasakan, karena oleh dokter harus segera memutuskan operasi ibu. Kaki ini melangkah keluar rumah sakit dan setiba di tempat parkir saya melihat sesosok pria paruh baya yang turun dari mobil. Tanpa rasa canggung saya bergegas mendekatinya.

"Rasa ragu menyelimuti hati untuk mengutarakannya. Namun saya segera menyapanya. Om.. saya boleh minta tolong tidak. Si om itu pun menjawab, ia dik apa yang bisa saya bantu. Tanpa malu saya menyampaikan, Om mau tidak membeli keperawananku, maaf sebelumnya, saya lancang mengutarakan hal ini, namun karena terjepit untuk biaya pengobatan ibu saya. Si Om itu sempat bengong, namun tanpa berfikir panjang si Om menjawab- gimana ya dik kok rasanya aneh mendengar tawaranmu.

Mendengar itu, saya merengek - om kali ini saya sangat sekali minta tolong," ungkap melati.
Tak lama kemudian setelah bercakap, si Om tersebut langsung menerima tawaran gadis tersbut. Merekapun bergegas menuju hotel di kawasan Bandungan.

"Kamipun akhirnya menuju ke sebuah hotel di Bandungan. Rasa pedih di hati menyelimuti. Namun keadaan tak bisa menahan," ucap gadis belia ini sembari meneteskan air mata.

Setelah kami berhubungan layaknya suami istri, segera saya meminta si Om uang. Saya sempat kaget saat saya meminta uang kepadanya. Si Om menjawab, dik jangan minta uang, nanti kalau saya kasih takutnya kurang kamu bingung lagi. Lebih baik kita kerumah sakit dan akan saya bayar biaya operasi serta perawatan ibu kamu sampai sembuh.

"Mendengar kata itu, hati saya sangat senang dan bahagia mas,"ungkapnya.

Singkat cerita, akhirnya semua biaya rumah sakit lunas dan ibu saya sembuh total. Kebahagianpun menyelimuti hidup saya meskipun rasa dosa atas perbuatan itu hingga saat ini selalu membayangi.

"Biaralah rasa ini kupendam sendiri dan ibu jangan sampai tahu. Karena jika ia mengetahui tentunya akan sangat sedih sekali. Saat ini saya selalu berdoa meminta ampun kepada sang halim dan saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi. Selain itu kelak jika ada lelaki yang sudi menikahiku, akupun akan mencetakannya apa adanya agar ia mau menerimaku apa adanya,"pungkasnya.(Wahyu Widodo)

No comments

Powered by Blogger.