Header Ads

Empat Minggu Menikah, Kuceraikan Istriku Karena Ternyata Seorang Lesbian, Ini Kisahku?

Ilustrasi.
Kisah Nyata,TM - Setiap pasangan suami istri tentunya mengharapkan rumah tangga yang bahagia dan sejahtera. Awal-awal pernikahan sering menjadi momen-momen paling membahagiakan bagi setiap pasangan. Berbeda dari orang kebanyakan, pahitnya cobaan diawal pernikahan justru dirasakan oleh Rama (Bukan nama sebenarnya). Perceraian adalah hal yang tidak pernah terpikirkan oleh pria berusia 31 tahun  kelahiran Kabupaten Semarang, Jawa Tengah ini.

Indahnya bahtera rumah tangga kini hanya menjadi impian semu bagi Rama. "Saya tidak tahu kalau ternyata istri saya adalah seorang lesbi. di usia pernikahan kami yang baru 4 minggu, terpaksa  berakhir dengan perceraian,"kata Rama kepada TM, Senin (17/9/2018) sore.

Pernikahan Rama dan Intan (Bukan nama sebenarnya) warga asal Kabupaten Boyolali memang berlangsung berdasarkan saling cinta. Memang sejak awal sang istri tidak pernah menceritakan bahwa dia memiliki pacar yang di ketahui sesama jenis.

"Saya kaget dan shock ketika memergoki istri saya sedang memadu kasih dengan teman wanitanya yang saat itu sering ikut tinggal dirumah saya,"jelas Rama.

Lebih lanjut ketika di tanya TM awal mula menjalin hubungan dengan Intan, Rama membeberkannya.

Begini kisahnya, saat itu saya sedang menuntut ilmu di salah satu universitas swasta di Kota Semarang. Dan tanpa sengaja saya bertemu dengan Intan, karena kebetulan teman satu kampus. Karena sering berjumpa dan bertatap muka, maka akhirnya saya menaruh hati kepada Intan. Setelah kami jadian, kami semakin akrab saja, hingga akhirnya berencana membawa hubungan asmara ke mahligai pernikahan.

"Karena saya serius mencintainya maka tanpa ragu saya menemui orang tuanya. Saya langsung mengutarakan maksud dan tujuan  untuk meminang putrinya sebagai pendamping hidupnya,"terang Rama.

Saat itu, maksud tujuan saya diterima baik oleh orang tua Intan. Hatipun lega mendengar maksud baiknya diterima. Setelah lama berbincang, orang tua Intan langsung to the point menyampaikan serangkain tata cara mas kawin sebagai syarat sesuai tradisi pada umumnya didaerah tersebut.

"Saat lamaran saya diterima, orang tua intan meminta sebagai mahar mas kawin seharga sapi serta beberapa mahar syarat lainya. Mendengar itu, sebagai bentuk rasa keseriuasan dan cinta saya, maka saya menerimanya,"ungkap Rama dengan wajah tersipu malu.

Lebih lanjut Rama mengisahkan, setelah semua permintaan mas kawin dipenuhi, Rama meminang Intan di kursi kebahagian bak, bagaikan raja dan ratu.

"Saat itu hidup saya terasa bahagia dan lega, karena telah mendapatkan pendamping hidup sebagai teman mengarungi bahtera kehidupan,"tuturnya.

Namun seusai acara pernikahan, rasa sedih menyelimuti hati. Pasalnya malam pertama yang diimpikan hanyalah isapan jempol semata, karena sang istri saat di ajak untuk berhubungan badan selalu mengelak dengan berbagai alasan yang tak masuk akal.

"Awalnya saya maklumi dia menolak untuk berhubungan badan. Namun lama kelamaan saya merasa curiga, karena semenjak pernikahan saya dengan Intan, ada seorang wanita yang mengaku temanya Intan selalu ada dirumah kami. Sebenarnya saya tidak menyoal karena temanya itu wanita,"beber Rama.

Hingga berjalan tiga minggu, sebagai suami saya sama sekali belum pernah menjalin asmara layaknya suami istri. Hingga pada suatu ketika hatiku hancur bagaikan petir di musim kemarau lantaran memergoki orang yang aku sayang sedang memadu kasih dengan orang lain. Selain itu hal yang membuatku tak bisa menerima, istriku memadu kasih dengan sesama jenis.

"Hatiku hancur mas. Dan yang paling pedih ternyata istri saya mencintai sesama jenis. Tak kuat menahan pedihnya hati ini, diusia minggu ke empat pernikahanku, kuputuskan untuk menceraikannya,"ucapnya dengan wajah sedih.

Saat tim TM bercanda dan bertanya, berarti mas Rama sama sekali belum pernah berubungan intim dengan istri mas. Dengan senyum Rama menjawab," benar mas, meskipun setelah perceraian status saya menjadi duda , tapi saya masih perjaka,"ungkapnya sambil tersenyum lebar.

Rama menambahkan, ya itu sepenggal pengalaman hidup saya mas? dan saya berharap dalam pernikahan hendaknya permintaanmas kawin tidak berlebihan seperti yang saya alami.

"Semoga kisah yang saya alami dapat dijadikan pesan moral. Karena  dalam pernikahan itu terutama mahar/mas kawin dalam  agama Islam tidak harus dengan bilangan besar sehingga tidak memberatkan,"papar Rama sembari mengakhiri perbincanganya dengan TM. (Wahyu Widodo/Rudy S)

No comments

Powered by Blogger.