Header Ads

Kisah Nyata: Daganganku Tak Laku Karena Di Zalimi Orang Lain, Apa Salahku? Tapi Aku Tetap Bersyukur

TM, Kisah Nyata - Betapa malang nasibku, niat baik tak selamanya diterima baik. Begitupun ibarat 100 kebaikan akan lenyap dalam 1 kesalahan. Sebut saja aku Anggrek, yang keseharianku berjualan nasi beserta gorengan untuk melayani para siswa disalah satu lembaga pendidikan agama di Kabupaten Semarang.

Singkat cerita, sejak lama saya berjualan namun pada hari itu, yakni saat aku berjualan ada hal yang ganjil tak seperti biasanya. Semua pelangganku yang semula selalu mengerumuni daganganku namun, hari itu tiba-tiba sama sekali tak ada yang mendekati apalagi membeli.

Dihari pertama aku masih berfikir positif saja, "Mungkin aku datang kesiangan sehingga orang tidak mau lagi membeli daganganku".
Akupun pulang dengan membawa daganku utuh. Meski hati terasa bingung dan bercampur pilu karena modal daganganku pas-pasan sehingga aku bingung untuk "kulakan"hari esuk apa. Mengingat daganganku makanan siap saji, sudah barang tentu satu hari sudah basi.

"Aku tidak putus asa mas dan masih berfikir positif. Sehingga di hari berikutnya aku tetap jualan lagi,"tutur Ibu rumah tangga asal Jawa Timur ini kepada TM Sabtu (8/12/2018) sore.
Dihari kedua aku kembali menggelar daganganku di depan bangunan tingkat tempat pendidikan agama tersebut. Namun hal yang sama kembali aku rasakan, semua pelangganku sama sekali tidak membeli daganganku. Bahkan mereka berjalan sembunyi-sembunyi untuk belanja di warung lain.

"Hari kedua masih tetap sama pelangganku yang semula sudah akrab seperti keluarga tidak ada yang mendekat untuk membeli daganganku. Saya berfikir apakah salahku, padahal aku menjual harga makanan jauh lebih murah dari harga lainnya karena dengan niat membantu mengingat seorang santri sakunya pas-passan, sehingga aku hanya mengambil untung sedikit,"ungkap Anggrek dengan wajah sedih.

Para tetangga sekitar dimana tempat pendidikan tersebut juga turut iba melihat keadaaan yang menimpaku.
"Merasa penasaran, akupun WA beberapa pelangganku, begini pesan yang aku tulis, udah ada yang masakin ya mbak kok tidak pada jajan padaku lagi. Atau lagi ada acara lain , kalau udah ada yang masakin aku tidak jualan lagi. Salah satu pelanggankupun menjawab. Maaf buk saya tidak berani bilang tapi kudoakan ibuk dapat rezeki di tempat lain,.dengan di bubuhi motion menangis,"terang Anggrek.

Pelanggan lainpun merasa sedih karena dengan saya sudah seperti keluarga mengingat sudah lama aku menyajikan berbagai menu dengan Rp 4 ribu perak saja sudah dengan lauk ayam.
"Rasa panasaranku tak terbendung, akhirnya saya mencari tahu. Ada beberapa pelanggan yang baik dan kasihan padaku berkata mereka tidak belanja di tempatku berjualan karena intruksi dari orang yang berpengaruh di tempat tersebut. Dalam hati hanya bisa terucap, apa salahku, kenapa harus begini. Dalam hal ini bukan sebab karena daganganku tak laku tapi harus tak berjumpa dengan pelangganku yang sudah ku anggab seperti keluarga,"paparnya.
Namun biarlah, itu yang terbenam dalam hati. Biarlah Allah yang membalas semua ini.
Sahabat TM itulah sepenggal kisah nyata yang di alami seorang ibu rumah tangga yang berjuang untuk bertahan hidup. Meskipun dirinya di zolimi dia tetap bersyukur.

******

DARI 'Aisyah radhiyallhu 'anha beliau berkata, Rasulullh shallallhu 'alayhi wa sallam bersabda:

"Ya Allah, barangsiapa yang mengurusi umatku lantas dia merepotkan (membuat susah) umatku, maka repotkannlah dia." (HR Muslim)

Menutup rezeki orang lain berarti Dia telah menutup rezekinya sendiri.

Sudah kepastian mutlak bahwa sesungguhnya Maha Pemberi Rezeki adalah Allah SWT, dialah sang Maha Pengatur dan Pemberi Jatah Rezeki setiap Makhluk di muka bumi ini bahkan di alam semesta.
Setiap Makhluk yang berusaha dan ikhtiar bahwa sesungguhnya disitu ada hasil yg berupa Rezeki, yaah Rezeki dalam arti luas bukan hanya materi tapi meliputi segala penunjang hidup dan kehidupan yang meliputi kesehatan, kedamain jiwa, ketentraman rumah tangga, sampai selamat dari segala musibah.

Itulah rezeki dari Allah swt.
Tapi terkadang ada sebagian golongan manusia, ataupun individu yang merasa memiliki kemampuan dalam suatu hal, merasa lebih bisa dan mampu dan tidak ingin tersaingi di bidang usaha , pekerjaan profesional maupun bidang lainnya. Mereka membuat stategi dengan berbagai macam cara dengan niat menjatuhkan, menutup ruang dan celah orang lain yang seprofesinya agar tidak mendapat hasil alias menutup rezeki.

Maka yang demikian yang telah dilakukan mereka sesungguhnya mereka telah menutup rezeki mereka sendiri. Karena di alam semesta ini ada hukum yang namanya sebab dan akibat. Hukum yang tidak kelihatan tetapi banyak pembuktian terkait hal tersebut.

" Barang siapa yang menzholimi orang lain, sesungguhnya ia telah menzholimi dirinya sendiri "
" barang siapa yang membuat makar, sesungguhnya makar Allah melebihi makar mereka.

Semoga kita selamat dan terlindungi dari hal hal yang demikian.
Demikian Sahabat TM,  Semoga bermanfaat dan selamat menjalankan aktivitas dalam naungan Keridhoan Allah SWT dengan cara yang halal untuk mendapatkan Rezeki yang Halal pula.(*)

Penulis : Wahyu Widodo

No comments

Powered by Blogger.