Header Ads

Kisah Sahabat Nabi Part 3 : Kisah Utsman bin Affan, Seorang Pemuda Quraisy Memeluk Agama Islam

Ilustrasi.
TM, Religi - Pemuda berkulit putih dan tipis ketika itu keluar menuju Syam untuk kegiatan perniagaannya. Di sana ia mendapatkan keuntungan yang besar. Di tengah-tengah perjalanan kembali, ia ingin beristirahat sejenak. Ia tidur bersama kawan-kawannya. Namun ia mendengar suara memanggil, “Wahai orang-orang yang tidur, bangkitlah karena Ahmad telah muncul di Makkah!”

Pemuda tersebut yang mempunyai nama Utsman bin Affan bin Abi Al-Ash bin Umayyah sebelumnya tidak mengetahui bahwa Allah S.w.t. telah mengutus Muhammad S.a.w. kepada semua manusia. Waktu itu hanya sedikit orang yang mengetahui kenabian dan kerasulan beliau, di antara mereka ini adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Pada suatu hari Utsman bin Affan masuk ke rumahnya dengan keadaan bersedih hati setelah mendengar kabar akan pernikahan Ruqayyah binti Rasulullah S.a.w. dengan Atabah bin Abi Lahab. Karena Ruqayyah adalah wanita yang cantik jelita.

Bibi Utsman yang bernama Sa’di binti Kariz dan yang berprofesi sebagai dukun datang kepadanya. Bibinya ini memberi kabar gembira kepadanya bahwa ia akan mengawini Ruqayyah. Di samping itu, ia akan menjadi pengikut Nabi yang mengajak pada ajaran tauhid dan meninggalkan menyembah berhala.

Setelah kembali dari Syam, Utsman berpikir mengenai apa yang didengar dari bibinya dan suara yang memanggilnya ketika ia dan kawan-kawannya sedang beristirahat dalam perjalan pulang. Ia menjadi berharap bertemu dengan Nabi yang baru ini. Akan tetapi, siapa yang menunjukkannya?

Allah menjadikan Abu Bakar Ash-Shiddiq sebagai jalan bagi Utsman untuk sampai kepada Rasulullah S.a.w.. Abu Bakar menunjukkannya, maka ia pun lalu pergi kepada Rasulullah S.a.w.. Beliau berkata kepadanya, “Wahai Utsman, terimalah orang yang menyeru kepada Allah.” Utsman menerima seruan Nabi ini dan masuk Islam. Dengan demikian ia menjadi orang yang kelima atau keenam di antara orang-orang yang masuk Islam pertama kali.

Utsman bin Affan adalah seorang pemuda Quraisy yang terkemuka. Ia mempunyai harta yang melimpah, berakhlak mulia, dan memiliki nasab yang terhormat di kaumnya. Bahkan terdapat seorang perempuan Quraisy ketika menimang anaknya mengatakan,

Aku menyayangimu dan Ar-Rahman

Seperti cinta Quraisy terhadap Utsman

Setelah orang-orang mengetahui Utsman masuk Islam, mereka menjadi berubah sangat benci kepadanya. Karena seorang lelaki sekaliber Utsman ketika masuk Islam, maka keislamannya ini akan menyebabkan banyak pemuda di Makkah yang mencintai Utsman juga masuk Islam dan meniru jejaknya.

Seperti banyak sahabat yang disiksa karena masuk Islam, Utsman bin Affan disiksa pamannya Al-Hakam bin Abi Al-Ash. Utsman diikat dengan tali-tali dan dicegah dari makan. Pamannya berkata kepadanya, “Kembalilah kepada agama bapak-bapakmu, demi Allah aku tidak meninggalkanmu sampai kamu meninggalkan agama Muhammad.”

Utsman sabar dan berharap pahala Allah. Ia menanggung siksaan di jalan Allah. Al-Hakam tidak menemukan cara penyiksaan yang lain selain siksaan setan. Al-Hakam membungkus Utsman dengan tikar kemudian menyalakan api di bawahnya hingga keluarlah asap. Akibatnya Utsman hampir terkecik mati.

Namun suara Utsman terdengar lantang, “Tidak! demi Allah aku tidak akan meninggalkan agamaku, aku tidak akan berpisah dengan nabiku!”

Setiap siksaan yang dibuat pamannya bertambah, maka bertambah pula keteguhan Utsman dalam memegang agamanya. Pada akhirnya pamannya putus asa dalam menyiksa hingga ia meninggalkan Utsman berbuat semaunya.(Wahyu Widodo)

Sumber: Dari berbagai sumber

Kisah Sahabat Nabi Part 2 : Kisah Perjalanan Abu Umar bin Khattab RA Memeluk Agama Islam

No comments

Powered by Blogger.